Assalamualaykum wr wb.
Halo, apa kabar? Kuharap kabar baik melengkapi harimu, dimanapun itu. :) hehe, aamiin.
Aku sering miris dengan kondisi yang banyak kutemui tiap hari. Aku tidak mengerti kenapa ada manusia yang berduit tebal, ada juga orang-orang yang berpeluh keringat tapi hanya dapat sepeser rupiah. Aku tidak mengerti kurang kerja keras apa mereka??? Aku tidak paham arti kata adil saat mataku menyaksikan kenyataan sekarang. Tiba-tiba teringat potongan kalimat dari Bapak Dahlan Iskan, kira-kira seperti ini, "Dulu orang miskin itu biasa-biasa saja, toh semua orang miskin. Tapi kemiskinan yang sekarang itu menakutkan, mereka miskin tapi yang dilihat adalah kehidupan mewah."
Kalau dicermati, itu ketakutan yang amat menakutkan. Kesenjangan terlampau jauh kawan, mereka yang miskin teramat miskin, mereka yang kaya sungguh teramat kaya. Tak adakah dua kutub magnet yang berbeda muatan tepat ditengah-tengahnya, berharap menjadi perekat yang baik. Hei kawan, kurasa magnet itu ada, yah ada, sayang kutubnya bermuatan sama. Aahhh, itu mengecewakan.
Mereka yang miskin itu berteriak kencang-kencang, tapi tidak didengar oleh mereka yang kaya, maklum mereka sedang karaoke keluarga, sedang ada rapat paripurna di ruang tertutup, sedang tidur lelap di hotel berbintang. Besok-besok, aku tidak tahu akan sejauh apa jarak antar Si Miskin dan Si Kaya? Mungkin akan sejauh kutub utara dan kutub selatan, bermusuhan, terus bersembunyi ditempatnya masing-masing tidak akan mendekat, tidak akan. Jangan, kumohon jangan biarkan itu terjadi, bangsa kita bukan dua kutub yang tak bisa bersatu. Akan kutemukan magnet perekat yang BAIK itu, akan kucari, katanya magnet itu ada di tengah-tengah kita. Dimana, dimana, dimana, aku tidak menemukannya, tapi tenang akan terus kucari. Tunggulah, magnet yang kita cari sedang berjuang, menantikan tangan-tangan ikhlas kita pada tanggal 09 Juli 2014. Hehee :) ;) :D
Kamis, 22 Mei 2014
Mencari Mangnet yang BAIK
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar