Senin, 14 April 2014

Lantas Harus Bagaimana?

Assalamualaykum wr wb. Apa kabar? Alhamdulillah Aku baik, cukup baik, kuharap dirimu juga demikian.
Pernah mendengar kalimat ini?
"Bila Anda senantiasa jujur, mungkin saja akan ada orang yang menipu Anda.
Bila Anda baik hati, mungkin saja orang lain menilai Anda pamrih.
Bila Anda sukses, banyak teman yang akan Anda dapat, tapi banyak di antara mereka itu palsu. Tapi bagaimanapun tetaplah berusaha sukses dan jadilah teman yang baik.
Jika hari ini Anda berbuat baik, mungkin saja kebaikan itu akan dilupakan orang. Tapi bagaimanapun tetaplah melakukan kebaikan.
Karena, semua itu adalah urusanmu dengan Tuhanmu, tidak perlu pengakuan manusia manapun."
Kurang lebih kalimatnya seperti itu, yah itu betul, saya rasa Anda pun sepakat bahwa kalimat di atas tepat. Tapi bagaimana dengan hati??? Maksudku tentang cinta. Bagaimana dengan cinta kita pada si dia? Kuharap kau mengerti kalimatku, hehe. Mungkin kau pernah berada pada posisi seperti ini. Bagaimana jika Aku mencintai orang yang sama sekali tidak mencintaiku???( Aku = tokoh dalam cerita ini, bukan penulis). Tapi ini bukan sekedar cinta, heiiiii, cinta itu dalam sekali. Haruskah kutambahkan kalimat seperti ini, "Bila Anda mencintai seseorang, mungkin saja seseorang itu tidak mencintai Anda, tapi bagaimanapun itu tetaplah mencintainya."
Aku menulis kalimat itu saja berat, lalu bagaimana jika itu sungguh terjadi. Kurasa itu amat sangat menyesakkan :(.
Apakah Aku (Aku = tokoh dalam cerita ini, bukan penulis) harus bertahan, bertahan dengan besarnya cinta yang kupunya, menunggu dia sedikit memberi celah pada hatinya untuk bisa membalas perasaan ini, tapi Aku harus menunggu sampai waktu yang tidak ditentukan. Huh, haruskah seperti itu? Jika Aku adalah tokoh sungguhan dalam cerita ini, Aku tidak akan bertahan mencintai dia yang tidak mencintaiku. Permak saja kalimatnya jadi seperti ini, (tapi jangan lupa permak hatimu juga :D).
"Bila Anda mencintai seseorang, mungkin saja seseorang itu tidak mencintai Anda. Tapi tetaplah mencintai, tapi bukan dia, bukan dia yang tidak mencintai Anda. Jika Anda sudah tahu dia tidak mencintai Anda, berhentilah mencintainya, berbaliklah, cari dia (orang lain) yang lebih pantas untuk Anda cintai."
Untuk apa kita harus menghabiskan banyak waktu untuk dia yang sama sekali tidak mau meluangkan waktu untuk kita. Untuk apa Anda menunggu orang sama sekali tidak ingin ditunggu. Sudahlah, jangan terlalu tega dengan dirimu sendiri, amat kasihan jika dirimu harus lumutan, karatan, dan rapuh di tempat yang di situ situ saja, mengharap hati yang itu-itu lagi, menunggu dia yang begitu-begitu saja, sampai Kau tak mampu melihat ada cinta yang lebih indah, menyambutmu penuh kasih. Cinta yang mampu memuliakanmu, cinta yang bersamanya Kau akan berbahagia. :) Semoga bisa mengambil banyak kebaikan dari cerita ini :)

1 komentar: