Minggu, 15 Juni 2014

Caraku Merindu

Bagaimana caranya merindu?
Adakah cara merindu yang ampuh?
Bagaimana caramu merindu?
Adakah rumus sakti yang akan kau ajarkan padaku?
Bagaimana caraku merindu?
Akankah kutemukan cara merindu itu?

Tidak tahu, yang kulakukan, hanya sekedar saja. Tapi itulah caraku merindu.

Akan kumulai dari pagi, saat sahutan ayam silih berganti. Aku akan terbangun dengan rindu, dan akan kusampaikan pada embun, yang kutahu sebentar lagi embun itu akan menguap, dan kubiarkan embun itu pergi membawa salam rinduku. Begitulah caraku merindu.

Ketika sekumpulan burung mulai terbang mencari makan, akan kutitip pesan rinduku, yang kutahu burung itu akan melintas lautan, dan akan kubiarkan burung itu berkicau mengulang-ulang pesan dariku. Begitulah caraku merindu.

Ketika daun-daun mulai gugur, akan kutulis rasa rinduku di lembar daun itu. Yang kutahu daun itu akan menari bersama angin, menari bersama rasa rinduku dan pergi jauh tanpa batas. Begitulah caraku merindu.

Saat senja mulai menggelayut manja, akan kulukis wujud rinduku. Yang kutahu, senja itu akan menghilang di kaki bukit, menenggelamkan warna merah jingganya bersama rinduku. Dan menghilang dalam tatapan. Begitulah caraku merindu.

Saat bulan datang bersama bintang, akan segera kurangkai rindu dan kuletakkan tepat di sisi  bulan, di antara bintang. Pasti indah dilangit malam. Yang tahu, aku selalu menatap langit yang sama dengannya. Begitulah caraku merindu.

Saat mata mulai sesekali terpejam, aku sering menolak, masih banyak rindu, rindu yang memang sepertinya tidak akan habis. Ok,  akan kulipat rindu ini, kuselipkan tepat di bawah bantal. Yang aku tahu aku sangat ingin memimpikanmu malam ini. Begitulah caraku merindu.

Begitulah di dalam setiap doa, aku menemuimu, lewat doa aku menyapamu, melalui doa aku memelukmu. Kau tidak merasakannya? Kau bohong.
Bahkan Kau mengeringkan air mataku, Kau yang bilang padaku. Katamu, Kau selalu menerima salam rinduku dari embun saat kau bangun dari tidurmu.

Katamu, Kau selalu menerima pesan rinduku dari kumpulan burung yang melintas melewatimu.

Katamu, Kau selalu menemukan surat rinduku di atas lembaran daun yang menari menghampirimu.

Katamu, Kau selalu melihat lukisan rinduku saat senja berpamitan padamu.

Katamu, Kau selalu menatap rangkaian rinduku di hamparan langit malam.

Aku lupa, ternyata tadi Aku tertidur lelap, dan ternyata itu hanya mimpi.
Begitulah caraku merindu.
Meski rindu ini tak terbalas, tetap saja, begitulah caraku merindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar