Sabtu, 07 Juni 2014

Di sini, Aku Ingin Berbicara dari Hati

Apa makna dari ucapan? Terkadang mulut berucap, tapi tak sejalan dengan hati.
Apa makna dari yang terdengar? Terkadang telinga mendengar, tapi tak sepaham dengan pikiran.
Aku ingin bicara dari hati, dan Aku ingin Kau mendengar dengan menyertakan akal.

Di sini, Aku ingin berbicara dari hati. Tentang mimpi yang tak terhenti, meski harus rela mati. Tentang asa yang tak padam, meski berlabuh bersama ganasnya malam. Tentang harap yang tak putus, meski harus berulang diretas. Tentang do'a yang tak lelah, meski tak tahu kapan akan diijabah.

Di sini, Aku ingin berbicara dari hati. Di tempat dulu kita berdiri, berpijak di atas batu yang sama. Di tempat dulu kita berdiri dan menghirup udara yang sama. Di tempat dulu kita berdiri dan memandang langit yang sama.

Di sini, Aku ingin berbicara dari hati.
Ke sini, Aku ingin bercerita tentang hati.
Sebuah rahasia besar dari negeri antah berantah. Rahasia yang tidak lagi dirahasiakan. Maka dengarlah, hatimu itu adalah tubuhmu yang sering Kau bohongi, amat sering. Hatimu itu adalah tubuhmu yang paling sakit, amat sakit. Hatimu itu adalah tubuhmu yang hampir Kau bunuh, sedikit lagi.
Sampai kapan Kau terus berucap penuh dusta?
Sampai kapan Kau terus mendengar ucapan para pembual?
Cukupkan sampai disini. Kau punya akal dan punya hati. Jangan sia-siakan nikmat Tuhan.
Jika Kau sudah paham, jika Kau sudah temukan makna. Maka datanglah padaku, katakan, katakan, selama ini Kau telah salah membohongi dirimu, Kau telah salah membodohi dirimu.
Maka datanglah padaku, di sini KITA akan berbicara dari hati dan mendengar dengan akal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar