Minggu, 08 Juni 2014

Pahamilah!

Mungkin Anda pernah berkunjung ke pusat perbelanjaan. Kurasa iya.

Ssssssttt...
Eh, ternyata, sesuatu yang diobral itu belum tentu dikerumuni orang loh.
Eh, ternyata, barang yang diskon besar-besaran itu belum tentu banyak yang melirik loh.
Eh, ternyata, pun barang-barang di dalam kotak kaca dengan harga selangit, biasa aja, orang hanya lewat, mondar-mandir, mereka tidak tertarik. Yah begitu...
Lalu kok bisa gitu yah?
Banyak orang (mungkin saja Anda) berpemahaman seperti ini, sesuatu yang harganya murah itu yah pasti barang murahan. Lalu sesuatu yang kinclong dengan harga mencekik leher, katanya itu mahal, dan itulah yang keren.
Jika itu barang murahan, ogah banget untuk berebut. Jika barang mahal, wah, sekk sekk, minggir-minggir, mau beli tapi tidak punya duit. Lah, sama saja, enggan mendekat, enggan melirik.

Aduh, pemahamanmu salah kawan. Pahamilah, sesungguhnya sesuatu yang WAH itu adalah sesuatu yang tak "berharga", tidak berdiskon, tidak pula diobral.
Mahal sesungguhnya itu bukan sesuatu yang harganya mencakar langit.
Mahal sesungguhnya itu bukan sesuatu yang bertengger dilemari kaca anti pembobolan.
Mahal sesungguhnya itu adalah sesuatu yang tidak terbeli dengan UANG. Jika ada sesuatu yang katanya harga selangit, tapi bisa dibeli dengan UANG, itu tidak mahal, toh ada yang mampu membayarnya, tentu bayar pake duit.
Mahal sesungguhnya itu adalah sesuatu yang tidak tergadai dengan apapun.
Pahamilah, mahal sesungguhnya itu bukan masalah harga. Sangat tidak berkaitan dengan Rupiah, Dollar, dsb.
Pahamilah, mahal sesungguhnya itu adalah sesuatu yang tidak bisa terbayar dengan UANG, tidak tergadai oleh apapun, tidak bisa ditawar-tawar, apalagi menunggu diskon hari raya. Ohh tidak, jika hari ini mahal, sampai seterusnya akan mahal, bahkan jadi lebih mahal, soalnya tidak pakai istilah ketinggalan zaman, yah itulah mahal sesungguhnya.
Pahamilah!!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar