Jika dulu erat terikat dengan simpuh, lalu kenapa sekarang terpisah. Jika dulu kuat saling menggenggam, lalu kenapa sekarang saling melepaskan. Aku paham keadaan tak lagi sama.
Jika dulu seperti piring dan gelas, kini tidak lagi, gelas pecah tersisa puing. Jika dulu seperti baju dan celana, kini tidak lagi, lebih memilih kedinginan tak berbalut kain. Aku paham keadaan tak lagi sama.
Dulu, setiap ingatan adalah kebahagiaan. Tapi sekarang, sejengkal ingatan adalah kesakitan. Dulu, setiap ucapan adalah kasih. Tapi sekarang, satu kata adalah kebohongan. Aku paham keadaan tak lagi sama.
Aku paham keadaan tak lagi sama, tapi apa Kau paham ada hal yang masih sama.
Hari ini, kata TIDAK bisa berarti IYA. Jika hari ini adalah hari kebalikan. Segalanya tidak lagi pada ruangnya, tidak lagi pada waktunya, tidak lagi pada tempatnya. Mungkin segalanya itu akan merasakan kebebasan meski dalam kebohongan.
Aku paham keadaan tak lagi sama. Dan sekarang Kau harus paham tentang hal yang masih sama. Jika, sekarang diisinkan berlaku hari kebalikan itu, segalanya akan berubah. Tapi ada hal yang harus Kau tahu diluar segalanya itu.
Yang ini bukan dari segala di atas. Aku paham kondisi tak lagi sama. Tapi, Kau harus paham, ada hal yang tak berubah, meski berlaku hari kebalikan. Karena hal itu bukan bagian dari segala yang bisa berubah.
Sekarang Kau harus paham. Keadaan belum tentu merubah perasaan. Kau harus paham, perasaan tidak berubah secepat keadaan.
Aku paham keadaan tak lagi sama, tapi perasaan itu masih sama. Dan sekarang Kau paham hal yang masih sama itu adalah perasaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar